Tuesday, 8 December 2015

POWER RANGER WANNA BE

If changing was easy, we wouldn’t be human.
-Dialog film ‘Plan Man’-

Hari masih pagi. Kami diajak ke pinggir pantai. Setelah sebuah ritual yang terkomando dengan rapi selesai, kami harus melakukan satu hal yang rata-rata dari kami di sana belum pernah melakukannya. Kami pun menghadap ke laut lepas. Cengingisan sebentar, pertanda sepakat bahwa ada rasa malu dan ingin mencoba yang campur aduk, lalu masing-masing mengambil posisi paling nyaman. Satu, dua, tujuh. Menunggu angin dan ombak yang tepat lalu satu persatu mulai berteriak lantang. Mengucap apa saja diperbolehkan kecuali mengumpat. Hingga sampailah pada giliran ke delapan. Dengan lantang, so hearted out, gadis itu berteriak...

“Power Ranger! Berubah!”

Setelah mengingat-ingat kejadian bertahun lalu itu, yang mungkin sebagian dari kami menertawakan, saya baru menyadari bahwa pola perubahan Power Ranger dan superhero-superhero buatan barat lainnya sesungguhnya menyimpan pelajaran yang sangat penting dan teriakan itu bisa jadi sangat berarti baginya.

Mengapa superhero harus berganti kostum warna-warni dan mengubah dirinya dari manusia biasa menjadi makhluk super?

Kawan lama saya itu tanpa sengaja mengajarkan bahwa menjadi pahlawan yang menolong orang banyak adalah sebuah awal perubahan bagi diri seseorang. Keinginan membantu sesama dapat memicu seseorang untuk mengubah diri menjadi pribadi yang lebih dari biasanya. Kita tidak akan bisa menjadi manfaat bagi orang lain jika kita sendiri tidak mau berubah ke diri yang lebih baik, memiliki kompetensi, dan kuat dari sebelumnya. 

#mengingat dan belajar kembali


Monday, 7 December 2015

GELISAH DAN SIBUK

Catatan Bengkel Journalist Event 2015 (2)

Puncak acara BEJO Event 2015 yang diadakan Keluarga Muslim Fakultas MIPA UGM adalah seminar nasional yang menghadirkan Asma Nadia, Kurniawan Gunadi, Fajar Dwi Putra, Edcoustic, dan Orkes Keroncong Pelipur Lara. Agenda akhir tahun yang dipandu oleh MC yang kocak dan  pertemuan dengan guru-guru yang luar biasa.

Tunggu dulu, mengapa judul tulisan ini “Gelisah dan Sibuk”?
Sebab setelah proses mencerna dan menyimpulkan isi perbincangan dengan para penulis tersebut, saya bisa mengatakan kalau semua tulisan berawal dari kegelisahan. Kurniawan Gunadi yang menuliskan kegelisahannya saat masih kuliah, Fajar Dwi Putra yang gelisah melihat fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, serta Asma Nadia yang banyak menulis tentang pengalaman hidup orang lain agar menjadi pelajaran bagi kita.
Siapapun yang menulis pastilah memiliki suatu masalah, atau keresahan, dan pertanyaan yang ingin dijawab sehingga lahirlah sebuah karya yang bisa jadi adalah jawaban bagi penulis sendiri atau justru membantu orang lain belajar lebih banyak hal. Luar biasa.
Bicara tentang gelisah, Egi Edcoustic dan Asma Nadia juga sempat menyampaikan keprihatinannya terhadap pembajakan karya. Dia mengingatkan kita semua untuk lebih menghargai, mengapresiasi, dan mendukung karya-karya positif dengan tidak lagi menikmati musik atau film bajakan (ada yang senyum-senyum sendiri waktu nulis ini J).

Lalu bagaimana dengan sibuk?
Kurniawan Gunadi, penulis yang aktif di tumblr ini telah menghasilkan dua karya yaitu Hujan Matahari dan Lautan Langit (definitely akan saya baca setelah ini J) tidak suka dibilang sibuk sebab menurutnya sibuk adalah kata untuk orang yang tidak bisa mengatur waktu. (Tuh, catet ya... )
Asma Nadia juga menyampaikan tentang tips bagaimana kita bisa menggali kreativitas. Salah satu caranya adalah dengan tetap aktif dalam berbagai organisasi kebaikan dan melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat. Dengan kata lain, tetap mengasah otak dan pemikiran dengan kesibukan yang positif. Beliau berpesan bahwa hidup itu tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga. Setelah berhasil mengurus diri sendiri dan keluarga kita diharapkan juga bisa mengajak orang lain menuju kesuksesan.

Oke, sekarang bagaimana tentang kepenulisan?
Kurniawan Gunadi:
1.    Saya menulis untuk mendengarkan diri saya sendiri. Kalau menulis karena uang maka isi tulisan akan penuh dengan intrik. (Menulis itu harus jujur, red).
2.    Tantangan awal yang harus dihadapi dalam pilihan pekerjaan yang tidak populer yaitu menulis adalah restu orang tua, menghindar dari orientasi uang, dan menjelaskan pada orang lain tentang pekerjaan tersebut. Mas Gun mengingatkan bahwa restu orang tua itu penting sebab akan memberikan kemudahan-kemudahan di kemudian hari seperti yang dalaminya. Untuk menjelaskan ke orang tua haruslah dengan cara yang baik dan kita bisa membuktikan bahwa kita mampu menjalani pilihan kita.
3.    Tulisan adalah rekaman jejak pikiran kita sendiri.
4.  Untuk mengatasi ide yang buntu, maka perbanyaklah mencari referensi dengan membaca, bertemu banyak orang, dan perbanyak diskusi.
5.    Perbanyak teman dan perluas jaringan akan mempermudah proses lahirnya karya tulis kita.
Fajar Dwi Putra
1.   Orang yang kreatif memulai dengan berpikir secara divergen, yaitu memiliki kemampuan untuk menjawab satu pertanyaan dari berbagai sudut pandang.
2.    Selain itu juga belajar berpikir spasial, yaitu bisa melihat masa lalu, sekarang, dan esok.
3.  Tema yang dipilih bukan yang baik tetapi yang menarik bagi pembaca. Unsur subyektivitas dalam tulisan memang tidak bisa dihilangkan tetapi dalam mempresentasikan ide sebisa mungkin harus obyektif.
4.    Janganlah simpan naskah terlalu lama. Hal ini berhubungan dengan penyakit akut para penulis yang harus dibasmi yaitu malas.
5.  Penyakit berbahaya lain yang harus dihindari adalah maladaptif atau memiliki banyak ide sehingga tulisan tidak pernah bisa selesai sebab melompat dari ide satu ke ide yang lain.
6.  Perbanyak komunitas dan membangun jaringan untuk melihat kondisi sekitar dan bisa jadi tempat untuk “berantem” ide.
Bagaimana kawan, sudah mulai merasakan kegelisahan dan ingin segera menulis? Menulis adalah salah satu sarana kita untuk belajar menjadi kritis dan melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang. So, selamat berkarya dan jangan lupa untuk banyak-banyak membaca.
Terima kasih juga untuk penampilan Pelipur Lara yang membuat lagu Bengawan Solo jadi asik untuk didengar (mungkin karena yang main sama-sama anak muda J).

Sunday, 6 December 2015

MENULIS ITU MEMANCING ILMU

Catatan Bengkel Journalist Event 2015 (1)

Bengkel Journalist Event (BEJO Event) adalah salah satu agenda tahunan yang dilaksanakan oleh Keluarga Muslim Fakultas MIPA UGM. Tahun ini BEJO Event berlangsung pada tanggal 4-6 Desember 2015. Acara yang diselenggarakan bersamaan dengan bazar di area auditorium Fakultas Kedokteran ini resmi dibuka tepat pada pukul 16.10 WIB. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh koordinator acara yang mewakili ketua panitia.
Salah satu agenda pembuka yang berhasil saya ikuti adalah kajian kepenulisan bersama Ust. Salim A. Fillah. Beliau menyampaikan materi tentang mengapa kita harus menulis dan juga membagikan rumus canggih dalam menulis. Berikut adalah tulisan yang saya susun berdasarkan materi yang disampaikan dan hasil diskusi dengan peserta. Semoga bermanfaat.

Mengapa menulis?
1.     Untuk mengikat ilmu
Dalam sebuah hadits disampaikan bahwa makhluk pertama yang diciptakan Allah adalah pena atau kalam. Kemudian Allah menyuruhnya untuk menuliskan takdir1.
Selain itu, Imam syafi’i menasihati kita tentang ilmu dalam syairnya, “Ilmu itu bagaikan binatang buruan, sedangkan pena adalah pengikatnya. Maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat.” Oleh karena itu tujuan pertama menulis adalah untuk mengikat ilmu.
2.    Untuk mengukur kemampuan
Dengan menulis kita akan terbantu untuk mengetahui seberapa jauh ilmu yang sudah kita serap. Semakin banyak ilmu yang didapatkan tentunya akan mempengaruhi gaya penulisan dan isi tulisan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Bisa jadi sekarang kita akan menertawakan tulisan kita yang telah lalu.
3.    Untuk memancing ilmu
Menulis seharusnya tidak dimulai dengan “saya tahu ini dan kamu tidak, maka saya beritahu kamu” tetapi sebaliknya kita harus mengawali dengan berpikir bahwa “aku tahu ini, kamu tahu lebih banyak, kalau aku salah maka benarkan”. Dengan demikian, kita berkesempatan berdiskusi dan mendapatkan lebih banyak ilmu. Kita menulis bukan untuk menjadi guru, tetapi menjadi murid.

Bagaimana rumus agar tulisan kita menarik?
1.     Miliki daya ketuk atau sentuh
Untuk memiliki daya ini maka sebuah karya harus ditulis dengan ikhlas. Seumpama susu yang keluar di antara darah dan kotoran2. Ia bergizi, bermanfaat, dan mudah dicerna. Dalam menulis harus dihilangkan segala kesombongan dengan merasa bahwa kita lebih tahu.
2.    Miliki daya isi
Maksudnya adalah berdasarkan sumber yang shahih. Hal ini dapat diperoleh dengan melakukan banyak pengayaan dan melihat bahan tulisan dari berbagai sudut pandang.
3.    Miliki daya memahamkan
Cara memberikan pemahaman yang baik adalah dengan memperbaiki bahasa. Sebagaimana Al-Qur’an yang diturunkan untuk memperbaiki dan membakukan tata bahasa Arab yang dahulunya memiliki aturan tata bahasa sesuai keinginan para penyair. Maka tulisan dapat dipahami dengan baik jika tata bahasanya diperhatikan.

Bagaimana jika banyak ide tetapi berloncatan dan bagaimana mengatasi kebosanan?
Maka untuk menghindari banyak keluar dari tema yang dituliskan, kita harus membuat kerangka. Hal ini membantu ketika bosan datang di tengah-tengah proses menulis. Dengan berpegang pada panduan kerangka, maka sah-sah saja jika kita tidak menulis secara berurutan dari bab 1 atau menuliskan bagian akhir terlebih dahulu agar rasa bosan bisa teratasi dan kita tetap menulis sesuai target.
Menulis juga bukanlah satu-satunya amalan yang bisa terus-menerus kita lakukan. Jika benar-benar merasakan bosan, maka bisa diselingi dengan melakukan kebaikan yang lain. Sehingga membantu kita segar kembali dan bisa menulis dengan lebih baik.

1. Diriwayatkan oleh Imam At-Tarmidzi Rasulullah saw bersabda, “Sungguh, yang pertama kali Allah ciptakan adalah qalam (pena). Dia berfirman kepada qalam, ‘Tulislah.’ Pena bertanya, ‘Apa yang akan saya tulis?’ Allah berfirman, “Tulislah takdir.’ Maka pada saat itulah qalam mencatat apa yang telah dan akan terjadi sampai selama-lamanya.” (HR. Tarmidzi, No. 3319).[1] Imam At-Tarmidzi berkata, hadis ini hasan sahih gharib. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Abu Daud, No. 4700, dan Al-Baihaqi, No. 204. Juga diriwayatkan Imam Ahmad, dan At-Thabari dalam tafsirnya
2. Saya baru tahu maksud ungkapan ini. Dalam An-Nahl: 66 Allah berfirman, “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” Salah satu hikmahnya adalah bahwa konsekuensi ikhlas yaitu seseorang bergerak sedemikain rupa di tengah masyarakat dan melewati faktor-faktor baik dan buruk yang ada dalam lingkungan, namun tidak terpengaruh oleh lingkungan.

Saturday, 5 December 2015

HAPE JADULKU AKTOR TERBAIK HARI INI

(Cameo tak diundang di pemutaran film 3: Alif Lam Mim, JAFF 2015)

Tidak ada suara. Semua mata terpaku ke layar. Beberapa orang mulai duduk dengan gelisah. Tangan dikepal-kepalkan di depan wajahnya. Ada yang badannya mulai condong ke depan, penasaran. Aura ketegangan pun menyebar ke sudut-sudut ruangan bioskop.

Herlam atau panggil saja Lam berlari-lari menuju ke rumahnya dan mendapati rumahnya  sudah berantakan.

Semua diam. Tak ada efek suara kecuali bunyi satu benda jatuh tepat ketika Herlam dengan pandangan sedih dan terkejut mendapati istri dan anaknya tergeletak di halaman lantai dua rumahnya. Tetapi senjata yang dipegang Lam masih ada di genggamannya. Lalu bunyi benda apa yang jatuh tadi?
...

Salut. Salut untuk handphone ku yang hari ini telah jatuh dari pangkuan pada saat yang tepat. Semacam mewakili bagaimana terkejutnya Lam waktu itu. Hahaha. Hape ku tahu bagaimana meng-ekspresikan dirinya atau paling tidak membantu menambah suasana hati penonton (paling tidak yang duduk di sekitar saya dan sempat mendengar) ke efek terkejut bercampur sedih sebagaimana digambarkan dalam ekspresi wajah dan gerak tubuh Lam. J

Tepat di detik itu...

Klothak!

Ia jatuh...


Cut!

Sunday, 29 November 2015

MiuMiu

just done this cute kitty, let's call it MiuMiu




design by: Linda Dawkins
made by: Ana J.
photo by: Ana J.

Sunday, 25 October 2015

KETIKA ASHAR

Terima kasih Engkau Yang Maha Tinggi
Telah kau anugerahkan air untukku
Telah kau tundukkan api
Kau ijinkan tanaman-tanaman tumbuh
Bebijian mewujud lembut
Air laut yang asin
Atas ijinMu

Tuesday, 6 October 2015

"EDENSOR"


picture source: layar-tancep.com

Penulis                 : Andrea Hirata
Genre                   : Novel
Penerbit              : BENTANG
Tahun terbit       : 2008 (cetakan ke-18)
Tebal                    : 294 halaman

Mengapa baru sekarang saya baca buku ini?

Saya merasa wajib bertanya demikian pada diri sendiri. Karena, buku ini hebat. Maksud saya tentang cara penulis menggambarkan  setiap kejadian dan perasaan dengan sangat segar. Jenaka.

Buku ini pertama kali terbit tahun 2007. Ah, bagaimana bisa saya baru membacanya sekarang. Tapi begitulah Tuhan telah mengatur indahnya pertemuan kami delapan tahun kemudian, di akhir September 2015. Hahaha.  

Dunia! Berikut bagian-bagian tulisan Tuan Hirata favorit saya dari buku ini.
1.     Halaman 42-43
Tidakkah paragraf ini menggetarkan dan penuh provokasi?

Aku ingin hidup mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakat matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! ingin merasakan sari pati hidup!

2.    Halaman 94-95
Puisi Arai yang secara menggelikan disalahartikan oleh penggemar Jim Morison.

Puisi untuk satu-satunya cinta dalam hidupku! Zakiah Nurmala....
Di sini! Disaksikan pusara Jim Morrison, kukatakan padamu!
Rampas jiwaku!
Curi masa depanku!
Jarah harga diriku!
Rampok semua milikku!
Sita!
Sita semuanya!
Mengapa kau masih tak mau mencintaiku?!

3.    Halaman 139-141
Begitu menyindir...

Surat ayah tentang Ikal yang bercita-cita menjadi economics scientist tetapi justru diharapkan menjadi ahli madya pupuk dan arai yang terobsesi menjadi microbiologist diharapkan menjadi seorang asisten apoteker.

Dan masih banyak lagi kejenakaan yang cerdas dari Tuan Hirata. Terima kasih. Sungguh menghibur dari awal hingga akhir.

Happy reading J