Kamis, 08 Desember 2016

Hellooow

Wah, sudah lama sekali saya tidak menulis. Rindu sekali. Pagi ini setelah subuh, saya buka blog-blog saya (banyak, tapi lama tak terurus semua J), saya baca satu per satu. Nggak sangka saya bisa menulis begitu. Hehe. Oke, ini catatan singkat saja. Ingin menyapa kalian yang di sana. Saya akan kembali mencatat, menulis, corat-coret. Ini janji. Seminggu sekali saya akan kembali ke sini. Insya Allah. Ok, itu saja. See you on Friday… Eh, besok yah?


Selasa, 18 Oktober 2016

"PRIBADI HEBAT"

picture source: http://gemainsani.co.id/index.php/web/semua_produkgip/224


Penulis
Prof. Dr. Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah)
Genre
Motivasi
Penerbit
Gema Insani
Tahun terbit
2015
Tebal
178 halaman

Hal pertama yang membuat saya tertarik dengan buku ini adalah kutipan di sampul belakang, “Dengan apa kita membuat orang menjadi tertarik?”

Saya jarang sekali membaca buku yang sengaja dilabeli buku motivasi. Saya lebih suka membaca biografi orang-orang keren dan belajar dari pengalaman mereka. Tetapi saya akui bahwa membaca karya ini adalah sebuah takdir indah yang berawal dari tugas di kelompok belajar. Sudah terpikir akan membahas buku Buya Hamka tetapi bingung juga mau buku yang mana. Karya beliau yang pernah saya baca sangat sedikit, antaranya, secuil Tafsir Al-Azhar dan di Bawah Lindungan Ka’bah. Akhirnya, malam itu saya bertandang ke kamar sebelah dan menemukan buku ini. Pribadi Hebat. Saya percaya ini bukan kebetulan. J

Buku ini terbit pertama kali dengan judul Pribadi pada tahun 1950 dan cetakan ke-sembilannya dicapai tahun 1974. Meskipun ditulis lebih dari 65 tahun lalu, tujuan dan isi buku yang ingin beliau sampaikan masih sangat relevan karena menyangkut pembicaraan tentang diri pribadi. Saya pikir karya ini adalah sebuah nasihat yang sangat dibutuhkan generasi ke generasi.

Terbaca dengan jelas dalam pendahuluan bahwa Buya Hamka mengharapkan manusia suatu bangsa, khususnya bangsa Indonesia agar dapat menjadi pribadi-pribadi hebat yang akhirnya membentuk suatu bangsa yang hebat pula. “Kemajuan pribadi suatu bangsa dan kemerdekaannya tidak akan tercapai jika belum ada kemajuan dan kemerdekaan pribadi individu”.

Buku ini memberikan penerangan atas pertanyaan, mengapa ada manusia yang bisa melakukan lebih dan menjadi istimewa untuk diperbincangkan terlepas ia orang terkenal atau kalangan biasa. Secara runtut dan tidak terasa menggurui, Hamka menuntun pembaca untuk menemukan kekuatan dalam pribadinya agar menjadi individu yang lebih baik melalui penjelasan yang tidak membosankan dari satu bab ke bab berikutnya. Kita bisa menemukan ulasan dan nasihat beliau tentang faktor apa saja yang memunculkan pribadi, bagaimana menguatkan pribadi, dan hal-hal yang dapat melemahkannya.

Buku yang tidak tebal ini terbagi menjadi 10 bab. Dengan kalimat-kalimat yang menggairahkan, Hamka membuka dengan menjelaskan apa itu pribadi. Manusia tidaklah sempurna, pastilah punya kekurangan, tetapi pribadi seperti apa yang tumbuh atau seharusnya kita tumbuhkan dalam diri kita? Janganlah sampai menjadi pribadi yang kedatangannya tidak menggenapkan dan kepergiannya tidak mengganjilkan (hal 4). Pada bab-bab berikutnya, Hamka banyak menyisipkan contoh tokoh-tokoh dunia yang memiliki daya tarik dalam kepribadiannya, baik tokoh islam, negarawan, hingga penyair, dalam dan luar negeri. Nampak di sini bahwa beliau sangat luas wawasannya dan berpikiran terbuka.

Dari segi cetakan, menurut saya cukup bagus. Tulisannya enak dibaca dan ada highlight kutipan-kutipan penting. Satu hal yang mengganggu meskipun tidak banyak adalah keterangan beberapa istilah atau nama asing tidak ditulis di catatan kaki melainkan diletakkan di endnotes. Jadi harus membolak-balik halaman saat membaca. Kemudian ada juga beberapa kesalahan ketikan.

Demikian kesan saya terhadap buku ini. Berikut saya lampirkan kutipan-kutipan favorit saya dari buku ini.

Halaman
Kutipan
3
Orang Arab berkata, “Apabila sesuatu telah sempurna, jelaslah kekurangannya.”
4
Kedatangannya tidak menggenapkan dan kepergiannya tidak mengganjilkan.
15
Berapa lama perjalanan dari masyrik ke maghrib?
Ali : sehari bagi matahari
Berapa ribu tahun perjalanan dari bumi ke langit, pulang pergi?
Ali : hanya satu detik saja bagi doa yang mustajab
28
Keberanian adalah menunjukkan kesanggupan manusia menempuh hidup, mudah atau sukar.
35
Lukman Hakim mengatakan, tidaklah dapat kita mengenal seseorang melainkan pada tiga waktu:
1.       Tidak dapat diketahui adakah seseorang itu pemaaf melainkan ketika ia marah.
2.       Tidak dapat dikenal orang yang berani melainkan pada waktu berjuang.
3.      Tidak dapat dikenal sahabat melainkan pada waktu susah.
38
Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun, tidak jujur, itu sulit diperbaiki. –Bung Hatta-
41
Lahir, menangis, meninggal.
45
Yang sangat diperlukan adalah bekerja agar orang lain dapat menentukan tempat kita.
110
Bacon mengatakan, “Nyalangkanlah mata waktu berjalan karena di tengah jalan pasti akan bertemu dengan kesempatan. Adapun kesempatan itu sendiri buta. Peganglah dia kuat-kuat. Karena datangnya tidak member tahu, perginya pun tidak pula.”
139
Ketika memukul, hendaklah memukul sampai hancur.
Ketika bertahan, hendaklah menahan pukulan walaupun betapa hebat datangnya.
Siapa yang lebih dulu berhenti, itulah yang kalah.
146
Pujian tidak mengenyangkan perut, celaan tidak membunuh.
155
Yang melemahkan semangat ada dua perkara yaitu prasangka dan hati busuk.
Campurilah masyarakat dan berdiri di tengahnya. Jangan menerawang langit seorang diri.

Ini buku keren… J

Kamis, 25 Februari 2016

THE GIRL AND A PILE OF BOOKS

Intro:
Ada 2 pemain film KMGP sedang ngopi starbucks di depan mata...

Dan.. begitu saja. Haha.
-------------------------------------------->

Oke. Masuk ke pokok bahasan...
Tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang buku di sini.

Entahlah.
Ia adalah si tak hidup yang menggairahkan dan membosankan.
Tak perasa yang menyakitkan dan menggembirakan.
Perjalanan sekaligus tempat berdiam.
Tutur yang mampu melintasi jaman.
Rapuh yang membakar.
Begitulah.

Entah sejak kapan “membaca” jadi salah satu bahan wajib untuk diisi di kolom hobi. Dengar-dengar, orang yang hobi baca itu keren. Nah, mungkin sejak itulah saya memutuskan untuk menjadi salah satu orang keren di dunia ini. Namun, meski demikian saya nggak memaksakan diri untuk membaca setiap buku yang baru keluar atau sedang ramai dibicarakan. Saya bukan editor, tetapi penikmat karya baik fiksi maupun non fiksi, sastra maupun non sastra. Maka, sebagaimana penikmat kopi, saya juga pilih-pilih jenis kopi mana yang mau saya sruput.

Buku pertama atau mungkin lebih tepatnya yang sering saya baca sewaktu kecil selain buku belajar membaca dan berhitung adalah buku-buku semacam 25 nabi, kisah nabi khidir, dan siksa api neraka (ini buku serem banget nggak sih? Anak 90-an pasti paham deh, haha). Buku-buku itu dibelikan oleh ayah tercinta. Kalau nggak salah ingat belinya di alun-alun. Harganya masih empat digit.

Kenapa suka buku? Saya pernah cicit cuit di twitter (@master_bee-_hiro) begini...

      when I lost my sight, the book saved me

buku? karena ia mengijinkanq menikmati gunung yg mungkin tak sempat kujejaki. hutan utk kujelajahi, atau sungai yg deras dan keruhnya kusegani

Oleh sebab itulah, kalau ada buku yang difilmkan, saya lebih memilih baca bukunya dulu baru nonton filmnya. Kenapa? Karena visualisasi yang dibuat oleh sang sutradara berpotensi merusak seindah-indahnya bahkan seburuk-buruknya imajinasi yang sudah saya bangun dengan susah payah.

Well, ini dia lima buku yang cukup mempengaruhi saya sementara ini...
1.         Sokola Rimba – karya Butet Manurung
Semua bagian adalah favorit. Tapi yang paling favorit adalah surat wasiat yang ia tulis saat pertama kali datang ke lingkungan orang rimba dan harus tidur sendirian di kedalaman hutan. Kocak.
Ya, saya suka model tulisan seperti ini. Lihat saja buku favorit kedua saya ini...
2.         Anak-Anak Angin – karya Bayu Adi Persada
I love how he overcome every obstacle to teach the kids and gave them the best experience as children and student.
3.        Into the Wild – karya Jon Krakauer
Buku ini pernah saya bahas sebelumnya. Tulisan ini membuat saya jatuh hati dengan penulis dan jurnalistik.
4.        Citizen Journalism – karya Pepih Nugraha
Melalui buku ini saya jadi lebih bersemangat nge-blog. Yah, meski begini-begini saja. Haha. Kesimpulannya, dunia jurnalistik sekarang bukan hanya milik jurnalis arus utama.
5.        Edensor – karya Andrea Hirata
Satu-satunya karya Andrea Hirata yang saya baca secara utuh dan bikin ketawa dari awal hingga akhir.


Oke. Itu saya. Kalau kamu?

Minggu, 14 Februari 2016

MANUAL

Tuhan tidak menciptakan manusia tanpa petunjuk perawatan dan penggunaan manual. Ya, seperti mainan atau barang elektronik yang kita beli itu. Hanya saja kita sering sok pintar, enggan membaca petunjuk manual, dan hanya coba-coba. Kalau sudah ada yang rusak barulah menyesal dan kelimpungan mencari si manual. Apa petunjuk manual bagi si manusia? AlQuran dan AsSunnah.

Beruntung Tuhan menciptakan sistem taubat. Sebuah sistem garansi bagi yang mau menukar mainan rusaknya dengan yang baru. Hanya saja, sebagaimana kartu garansi berlaku, Tuhan menetapkan syarat-syaratnya agar taubat dapat diterima. Jika garansi hanya bisa di toko resmi, maka taubat hanya diterima jika kita datang kepada Allah yang satu, bukan ke yang lain. Kalau garansi toko biasanya setahun, maka garansi Allah ini seumur hidup sebelum sakaratul maut datang. Bedanya, kita bisa menghitung panjang tahun, tetapi tak pernah tahu kapan maut hadir.    
ana J. 2016.02.14

Senin, 11 Januari 2016

HARMONY?


Saya baru saja mengikuti sebuah tes karir online. Hasilnya, saya termasuk yang mereka katakan sebagai –harmonizer–. Harmony dalam Kamus Cambridge berarti when people are peaceful and agree with each other, or when things seem right or suitable together. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, harmoni berarti pernyataan rasa, aksi, gagasan, dan minat; keselarasan; keserasian.

Semua orang menginginkan situasi yang satu ini. Harmoni. Selaras. Serasi. Seimbang. Yang berlebihan itu tidak baik, bukan? Saya setuju. Kemudian saya menelaah kejadian-kejadian yang lalu dan... yang kemudian saya ketahui adalah... selama ini saya selalu dikelilingi oleh orang-orang yang baik. Bukan saya tidak mensyukuri nikmat itu, tetapi kembali pada konsep harmoni, keseimbangan, tidak berlebihan, saya jadi berpikir kalau orang-orang baik di sekitar saya bisa jadi adalah ujian bagi saya.

Ujian kebaikan yang pertanyaannya adalah, “Bisakah kamu menjaga kepercayaan dari orang-orang baik ini dan membalas kebaikan mereka dengan menjalani peran hidupmu dengan sebaik-baiknya?”.

Rabu, 30 Desember 2015

PERTAMA DI AKHIR TAHUN 2015

Masya Allah... jadi kayak gini kota-kota wisata kalau lagi musim liburan. Selama kuliah, meskipun saya suka main, belum pernah saya merasakan hingar bingar jalan raya dan tempat wisata segila ini. Ramainya pakai banget. Super sekali. Yup, coz memang saya nggak suka main ke tempat-tempat yang ramai atau pas lokasinya banyak pengunjung, kecuali ada tugas negara. Hari itu, karena harus menjadi pengantar rombongan keluarga, jadilah saya ikut stres di jalan, tapi ada juga nih beberapa kejadian asik yang akhirnya saya alami dan lakukan untuk pertama kalinya selama lima tahun lebih di Jogja. Ini dia..

Hotel Rasa Pengungsian
Kami berenam dan tidur di satu kamar hotel dengan dua kasur kecil. Bisa langsung ditebak kan. Yup, yang nggak kebagian tempat harus lesehan, tidur di bawah beralaskan karpet plus bed cover. Hehe. Jadi rasa pengungsian yang dimaksud bukan karena hotelnya nggak nyaman tapi sebab kami memilih ngumpul di satu ruangan berenam. Per tanggal 23 Desember rata-rata tarif hotel naik and fully booked. Menurut cerita Bapak sopir taksi yang kami tumpangi, kenaikan tarif bisa mencapai lebih dari dua ratus persen. Edaaan. Inilah saatnya meraup pendapatan sebanyak-banyaknya. Ganti dari hari-hari biasa yang tidak selalu ramai pengunjung. Alhamdulillah, kami dapat hotel dengan harga cukup terjangkau. 

Kresek Warna-Warni
Ini pertama kalinya saya mengunjungi sekaten alias pasar malamnya Jogja. Kami berangkat naik trans Jogja. Pengalaman pertama bagi adik-adik sepupuku. Penuh, excited, pusing, dan hujan. Sampai di halte depan Benteng Vredeburg hujan masih deras mengguyur. Aduh, ini tantangan pertama saya. Nggak gampang bawa rombongan. Harus belajar mengambil keputusan di situasi tak terduga demi kebaikan bersama. Thank God, My Mom was there with us. Mamam memanggil penjual jas hujan ala tukang becak yang bahannya plastik. 5000 rupiah saja per bijinya. Sebelumnya sudah banyak yang pakai di sepanjang Jalan Malioboro. Kayaknya asik. Kami memutuskan hujan-hujan menuju alun-alun. Malioboro pun banjir kresek warna-warni.



Sewa Mobil atau Taksi
Tujuan utama adik-adikku adalah mengunjungi Borobudur. Malam hari sambil ngantuk-ngantuk kami bingung mau naik apa ke lokasi. Awalnya mau coba naik kendaraan umum, tapi mengingat keadaan jalan yang tak menentu (ramene puoool) dan belum pernah naik bus kesana, maka untuk menghindari resiko berantem karena panas dan macet di jalan akhirnya kami telpon penyewaan mobil. Deal! 575 ribu rupiah/12 jam. Bonusnya, dapat kenalan sopir asik. Kalau naik taksi tarif borongan antara 60-80 ribu rupiah bisa nambah lagi tergantung tujuan. Kalau memang niat mengunjungi banyak tempat sebaiknya memang bawa kendaraan sendiri atau sewa mobil untuk rombongan. Di waktu liburan seperti ini taksi sulit didapatkan dan destinasi wisata yang asyik biasanya sulit dijangkau dengan kendaraan umum. Kecuali bagi yang pergi sendirian dan udah niat berpetualang cari tumpangan J.

Selalu Asik Main ke Museum
Ini destinasi favorit saya. Kalau mau tahu sejarah dan peninggalan kerajaan Mataram Islam berkunjunglah ke tempat ini. Adem, artistik, banyak kupu-kupu. Dialah Museum Ullen Sentalu. Saya suka. Saya suka. Saya suka. Hampir saja batal masuk padahal sudah beli karcis gara-gara harus antri untuk masuk ke dalam. Tapi berkat ijin Tuhan Yang Maha Esa akhirnya saya bisa melihat koleksi dari empat kerajaan pecahan Mataram Islam. Jadi, sebelum masuk kita harus beli tiket, lalu mendaftarkan jumlah orang dalam rombongan. Masuknya bergantian per kelompok kecil yang jumlahnya ditentukan petugas di pendaftaran. Kenapa? Sebab untuk memudahkan petugas yang akan memandu dan menjelaskan detail koleksi yang ada. Di dalam kami dilarang mengambil foto di area koleksi. Sebelum area terakhir kami pun diberi sajian minuman atau wedang rempah hangat. Keren lah pokoknya. Yang suka atau sedang belajar sejarah sangat dianjurkan mengunjungi tempat ini. Yang mau ngajak saya ke sini lagi juga boleh, tapi traktir ya. J Biaya masuk anak-anak 15K dan dewasa 30K.


P.S. : Happy Holiday, tapi brothers and sisters inget ya, No Party!

Rabu, 16 Desember 2015

ME AND MEDIA

ü Facebook terbuka untuk umum sejak tahun 2006. Saya punya akun tahun 2009 akhir, masih aktif tapi jarang dimanfaatkan.
ü Blog mulai ramai di Indonesia tahun 2000-an. Saya punya akun wordpress (2009) yang sudah tidak pernah ditengok, blogspot yang masih merintis eksistensi sejak terbit pertama tahun 2010, dan sentuhan pertama saya dengan tumblr terjadi pada bulan dua belas tahun dua ribu lima belas.
ü Twitter resmi dibuka tahun 2006. Saya baru punya akun tahun 2014. Status sekarang?

Tweet: 111
Follower: 25
Following: 97

Berdasarkan data di atas dapat dikatakan bahwa saya termasuk makhluk Tuhan yang awam soal media, terutama media sosial. Junior. Orang baru. Tetapi di sisi lain saya juga dapat dikategorikan sebagai Homo sapiens yang tidak terlalu ketinggalan teknologi dan informasi (maksa banget ya J). Buktinya, meskipun saya sedang tidak tertarik dengan facebook, saya masih sering membagi tulisan-tulisan hasil berantem ide dengan diri saya sendiri di blog ini. Selain itu saya juga semakin sering membuka twitter, follow, unfollow, dan melakukan aktivitas cicit cuit ala si burung biru.
Arus informasi jaman sekarang sangat cepat. Menyadari hal itu saya merasa perlu untuk mengetahui media-media yang banyak digunakan orang (nggak ada kata terlambat buat belajar kan?hehe). Saya, yang dulu waktu SMP mengirim email saja tidak bisa, memulai sebuah hubungan dengan dunia yang lebih luas melalui jaringan tak kasat mata di dunia maya. Perlahan mencoba menjadi penikmat lalu belajar menjadi pelaku.
Sisi baik dari mengikuti perkembangan media adalah tentu saya jadi tidak ketinggalan informasi terkini, memiliki wadah untuk mengekspresikan diri, dan berkesempatan menikmati karya orang-orang super kreatif di luar sana yang terpisah jarak. Contohnya, akhir-akhir ini saya berkenalan dengan tumblr setelah ikut sesi seminar bareng Kurniawan Gunadi. Dari gabung tumblr saya jadi kenal podcast-nya Iqbal Hariadi, kitabisa.com, dan ada ya istilah vlog alias video blog (hahaha, katrok abiz ya gueeeh). Alasan-alasan itu yang membuat saya semakin sering buka timeline dan belajar berbicara lewat media-media itu.
Ada sisi baik, maka ada sisi buruk. Seperti yang dikatakan Agung Adiprasetyo di pengantar buku Citizen Journalism karya Pepih Nugraha, jaman sekarang manusia cenderung ingin dilihat, didengar, dan dianggap oleh orang lain. Efeknya, jadi semacam candu untuk melihat respon orang terhadap tulisan atau ocehan kita yang di publish di media sosial atau blog. Akhir-akhir ini saya juga merasakan candu itu. Bahaya? Mungkin. Tetapi bukankah teknologi memang seperti dua sisi mata pisau? Jika tahu cara memanfaatkannya maka ia bisa menjadi sarana menebarkan virus kebaikan bahkan nggak menutup jalan ke arah bisnis, tetapi kalau jadinya terlena candu yang ­self-centered jadinya hanya akan menghabiskan waktu sia-sia.

So, mari terus belajar media dan memetik manfaatnya.