Jumat, 20 Januari 2017

FAMILY TRIP: JOURNEY TO THE EAST

Apa kabar?
Duh, lagi demam vlog nih… bahaya!

Sebelumnya, mohon maaf karena gagal upload jurnal di pekan lalu karena sibuk ngurus ini dan itu sebelum akhirnya pulang kampung lagi tanggal 13. Tepat di hari Jumat. Daan.. lima jam setelah sampai rumah, saya sudah harus berangkat lagi untuk menempuh perjalanan ke timur dalam satu rombongan dengan komposisi: ayah, ibu, dan dua orang anak.

Setelah sekian bulan adekku yang paling cool sedunia merantau ke Barat, alhamdulillah bulan ini libur kuliah dan bisa pulang. Semakin jarang kumpul begini. Pernah juga suatu saat kami berempat berada di empat kota berbeda. Saya ngampus di Jogja, adek ngampus di Jakarta, Ibu jalan ke Bali, dan Ayah jaga rumah di Kediri. So.. begitu kumpul, jalan deh kita…

Kemana saja?
  1. Kami berhasil berangkat dengan gembira dan bensin yang cukup (ini penting).
  2. Lewat Waduk Lahor, Selorejo.
  3. Ngintip puncak Semeru (Tuhan izinkan saya minimal sampai ke Ranu Kumbolo suatu hari nanti. Amin).
  4. Mampir di Jembatan Gladak Perak, Piket Nol, yang konon jadi tempat buang mayat korban G30S/PKI.
  5. Makan gorengan.
  6. Lewat alun-alun Lumajang.
  7. Balapan mobil di Malang.
  8. Makan roti kedaluwarsa di Coban Rondo dan masih bisa pulang dengan selamat dan sehat wal afiat.
  9. Minum susu dari Koperasi Susu Sae, Pujon.

Nah, mana buktinya?
Ini dia (klik gambar berikut) hasil belajar take video pakai kamera pinjaman dari kakak sepupu dan edit sendiri pakai laptop adek. Belajar tidak harus mahal, yang harus ada adalah niat yang kuat. Haha. 

Sorry for the video quality.. masih amatiran J


Okeh, that’s it. Selebihnya… saya ingin berterimakasih kepada “pohon-pohon” di luar sana yang masih setia berdiri tegak menungguku hingga bisa berjalan melintas dengan langkah tegap. Lalu mengizinkan saya sesekali berlindung di bawahnya dari terik matahari atau basah air hujan (tapi hati-hati, kalau hujan lebat bisa kesamber petir J)

_family is where life begins and love never ends_

Jumat, 06 Januari 2017

KEMEJA FAVORIT

Apa kabar?

Sewaktu menulis ini saya pakai jaket denim kebesaran (dalam arti sebenarnya) punya Ibu. Memakai baju-baju lungsuran* tidak masalah bagi saya. Karena eh karena, selain baju itu punya nilai sejarah, ini juga semacam mix and match challenge. Apalagi seminggu ini lebih suka keluar pakai sepatu kets (baru, hehe). Cocok lah, my new shoes and my old denim, plus listening to The Beginning by One Ok Rock.

Vlog pertama bareng kelinci bandel yang satu ini 

Oke. Satu lagi baju yang jadi favorit seminggu ini: kemeja Ayah. Sebuah kemeja putih dengan garis-garis vertikal berwarna abu-abu. Tahu sendiri kan, motif belang sempat jadi tren di dunia fashion (masih kah?). Merk-nya Shago. Sebelumnya pernah dipakai juga oleh anak lelaki ayah alias adik saya.

Kemeja ini istimewa karena secara tidak langsung mempererat hubungan seorang anak gadis dengan ayahnya (Halah, haha). Saya juga suka pakai baju-baju dengan ukuran lebih besar. Fakta yang luar biasa lainnya pemirsa, adalah nilai sejarah dari atasan yang mirip selimut rumah sakit ini. Kemeja ini lebih tua dari usia saya! Bahkan, ia sudah dipakai Ayah sebelum menikah dengan Ibu. Wow!

Betapa baju ini menyimpan cerita panjang yang belum semua terungkap. Perlu ditelusuri. Mungkin akan membutuhkan investigasi mendalam dan paparan dari para ahli sejarah. Menarik. Sungguh menarik.

...

Hai yang di luar sana, ada juga yang suka pakai baju Ayah atau Ibumu?


*Lungsuran = baju bekas, biasanya dapat dari orang tua atau saudara

Jumat, 30 Desember 2016

Dr. SEUSS WROTE ABOUT ME?

Hi, what’s up?

I have just realized that this movie has things I like and 
I think will be what I’m doing in the next 5 years.

Dr. Seuss: The Lorax


So, what are those things?

Book          :         This movie is based on story from children book written by Theodor Seuss Geisel or best known as Dr. Seuss, published in 1971.

Of course, this fact makes me happy, and yeah… where can I buy this book (without shipping, please)? Or do you know any link where I can download the e-book for free? Haha. Free is always good, even better.

 covering my collections

year-end-sale hunting

Knitting   :         Once-ler created Thneed.

I like making things. Crafting. One of my hobby is knitting. Even though I like sewing more than knitting today, but there was a day when I made something like Thneed and got some extra pocket money.

Gito and one of my hand-knitted shawl
(please ignore the wrong writing on the board :) )

Business  :         Once-ler is a crafter and an entrepreneur.

I love art. I like making things. I like getting money from selling my handmades. Sure, I should learn more to keep the balance between my business and the ecological sustainability.

visit our IG: jogjakaryakita

Guitar        :         Remember the scene when Once-ler was singing while selling in town?

One of my favorite music instrument is guitar. I have one and call it, Gito. Haha. I am not a pro, just play it for fun. Yeah, because sometimes it wastes my time to just try to play new song, I decided to leave Gito at my hometown. Sometimes I miss this sexy wood. I have a me-time with Gito everytime I go home.

Trees          :         It’s a story of ecological ruin brought on by greed.  Man vs Tree.

Someday I want to speak for the trees. I need and always need to learn more. They are beautiful creatures. That’s all I can say about trees. They are just too cool.

and…

The Yellow Mustache, Lorax :  who looks like emperor tamarin (Saguinus imperator).

It’s not The Lorax who relates to my life, it’s his mustache color. Yup, my favorite color is yellow. It’s bright and cheerful color. Best couple for grey.

visiting public library in my hometown and found this cute book

Sabtu, 24 Desember 2016

MAKAN DI RUMAH

The strawberry is not that sweet, but the best thing ever happen in my life is my family. Oh yeah...J


Jepretanku. Hasil panen dari kebun kecil sepupuku.

Apa kabar?
Yah.. maaf ya, telat lagi. Padahal janjinya, mau post tiap Jumat.

AnywaySabtu kemarin saya pulang kampung karena ada tugas negara yang harus segera dikerjakan. Tapi sama aja, sampai balik ke jogja tugasnya belum kelar-kelar juga. Oh, please…

Oke. Sesuai judul, saya akan berbagi menu makanan yang saya lahap selama di rumah. Semuanya mengandung unsur Ca alias cabe. Entahlah, meski ada yang bilang saya tak suka pedas, tapi percayalah.. makan nggak pake sambel itu nggak enak.

Menu pertama begitu mendarat, maksudnya turun dari bus, adalah lontong kikil dan bakso di suatu tempat yang saya lupa namanya. Pokoknya dekat daerah Kertosono gitu. Karena lagi nggak pengen kikil dengan porsi banyak dan mau kuah bening, panas, nan pedas, saya pun pesan bakso. Namun demikian, masih dapat juga hasil curi-curi kikil dari mangkuk tetangga. Hihi.

Oh iya, meski ini cerita tentang makanan, saya harus mohon maaf karena tidak bisa menyertakan foto sebab begitu menikmati makan, jadi lupa jeprat-jepret deh. Tapi nggak lupa doa koq.

Menu kedua adalah masakan Budhe. Sebenarnya Budhe masak lodeh kacang panjang, tapi yang justru menarik perhatian mata dan lidah saya adalah semangkuk oseng pepaya sisa kemarin. Seingat saya dulu waktu kecil, oseng pepaya adalah salah satu menu favorit saya. Sepertinya sekarang juga masih. Bedanya, dulu hanya dikasih kecap karena saya memang nggak suka pedas waktu kecil. Sekarang? Yang pedes dong… Pakai nasi hangat, lauk tempe goreng, hmmmm mantap dah!

Setelah kenyang, saya dan sepupu jalan-jalan lihat yang ijo-ijo. Nah, menu paling menggemparkan jagad lidah saya adalah setelah adegan jalan-jalan ini.

Benar juga kata sepupu saya waktu itu. Kalau main ke Ngentrong pasti disuruh makan. Inilah asyiknya waktu pulang atau berkunjung ke sodara. Dipaksa makan J

Terus apa sih menunya? Ini salah satu makanan khas di bumi Trenggalek. Lodho ayam. Kali ini beneran deh, pedes mampus, richeese factory kalah deh (Padahal belum pernah coba. Haha.) Kata Emak sih nggak pedas. Tapi saya lupa kalau level pedas orang itu beda-beda. Seberapa pedas? Pokoknya kalau yang lagi pilek, bisa langsung sembuh tuh. Ingus keluar semua. Haha. Untung Emak lagi ngupas jambu biji. Lumayan lah, bisa jadi pendingin lidah yang terbakar asmara. Eh.

Nggak. Saya nggak kapok kalau disuruh makan masakan Emak lagi. Hanya saja, harus lebih persiapan amunisi seperti minum, tisu, dan mungkin beberapa biji permen. J

Hari berikutnya, sebelum balik ke Kediri, saya mampir ke rumah Bulik. Tujuan utama adalah ketemu adik kecilku yang lucu nan menggemaskan. Eh, dapat bonus gule kambing yang meski tak terlalu pedes tapi nggak kalah mak nyus. Makan lagi.. padahal sebelumnya sudah sarapan ikan laut masakan Budhe. Awalnya sok nolak tawaran Bulik gitu. Karena masih kenyang. Dan… waktu pun berjalan. Setelah main dhelikan alias hide and seek dengan dedek akhirnya tergoda juga untuk makan.  Makan teruuuus. Ya, begitulah. Alhamdulillah. Intinya, makmur banget kalau di rumah.

Quotes of the day:
Jagalah silaturahim. Sempatkanlah datang menemui saudaramu.
Ketuklah pintu-pintu mereka, maka kamu akan ditawari makan.

Ini quote ngawur banget. Ambillah yang benar saja ya. Haha.

Nah, kalau yang satu ini lagi nge-hits banget di Jawa timur. Namanya “Sempol”. Awal kemunculannya adalah di Malang. Semacam tempura, sosis ayam, atau cilok gitu, yang dicelup telur dulu sebelum digoreng. Saya baru tahu ada jajanan ini ya waktu pulang itu. Jajanan sekarang memang sangat inovatif. Sampai-sampai Bapak Polisi menghentikan mobil patrolinya untuk jajan sempol. Luar biasah..!


 ini buktinya

menurut si ahli survei jajanan di kalangan keluarga kami, sempol osin ini yang paling enak

ini penampakannya




Sabtu, 17 Desember 2016

PISANG DAN CICAK

Apa kabar?
Sorry for the 1 minute late post.

Ini hari jeruk, tapi saya akan membicarakan pisang dan cicak.

Keduanya tidak memiliki hubungan darah sama sekali. Cicak juga tidak makan pisang. Keduanya juga bukan selebritis terkenal atau politikus papan atas. Tetapi keduanya telah memenuhi hari-hari saya selama sepekan ini. Dari kedua makhluk ini, saya kembali diingatkan tentang bab rejeki dan bekerja. Maka sudah sepantasnya nama buah dan binatang ini dicatat.

Ini tentang si cicak. Binatang yang paling tidak kusuka di muka bumi ini.

Masih ingat lagu cicak-cicak di dinding? Cicak yang hanya mampu merayap itu hebat sekali ya. Dia bisa menangkap nyamuk yang bisa terbang. Mengukur dengan logika akal manusia, kita pasti heran. Koq bisa-bisanya binatang yang tak mampu terbang ini, makanannya justru adalah nyamuk dan mungkin serangga-serangga terbang lainnya. Sedemikian bodohkah nyamuk hingga ia terbang dekat-dekat dengan si cicak yang bisa sewaktu-waktu menjangkaunya? dan… Hap! Lalu ditangkap.

Itulah yang membuat saya kembali diingatkan akan kebesaran dan kuasa Allah subhanahuwata’ala. Allah datangkan rejeki si cicak dari arah yang sungguh tak terduga. Allah menjamin rejeki makhlukNya. Terpenuhilah kebutuhan perut si cicak itu. Keren kan..

So, saya diingatkan lagi bahwa, hey! Rejeki kita sudah dituliskan semenjak dalam kandungan. Tugas kita hanyalah berusaha mencarinya. Tugas kita adalah hanya harus bangun pagi, lalu mandi, dan berjalan bertebaran di muka bumi di siang hari untuk bekerja. Merayap bak cicak. Masalah kapan dan bagaimana rejeki itu datang, Allah sudah atur semuanya. Percaya saja padaNya.

“Justru sebab riqi kita telah dijaminkan, maka makna kerja kita adalah pengabdian seutuhnya kepada Allah. Justru sebab kita tahu bahwa bekerjanya kita maupun karunia yang dilimpahkan melaluinya keduanya sama-sama anugerah Allah ‘Azza wa Jalla, maka bekerja sudah seharusnya ditunaikan dalam gembira. Justru sebab kita tahu bahwa kerja kita bukanlah penentu dari apa yang kita nikmati, maka bekerja sudah seharusnya merupakan bentuk luapan syukur kita pada Dzat yang Maha Bijaksana.”(http://salimafillah.com/bekerja/)

Itu juga yang membuat saya merasa…

I have butterflies flying
Around inside my tummy
When I'm with you
(Butterflies in My Tummy - by Mocca)

waktu mendapat pisang dari seorang teman.

Sejak pagi saya membayangkan, ah pasti enak makan pisang. Oke nanti siang sajalah beli pisang. Tapi kemudian saya lupa mau ke warung setelah menunaikan pekerjaan rumah (baca: kos). Lalu seorang kawan minta dijemput di halte Trans Jogja. Saya pun berangkat, sekalian mampir makan siang (sarapan yang super terlambat). Ternyata rute perjalanan bus yang dinaiki kawan saya cukup jauh. Sambil menunggu saya pun membaca buku. Lumayan, untuk bahan skripsi.   

Setelah beberapa menit berlalu, kawan saya pun datang dan…. kalian tahu apa yang terjadi?

Pisang. Dia mengeluarkan tiga buah pisang dari dalam tasnya dan memberikannya padaku.

Masyaa Allah. Bahkan yang tak kunyatakan, Allah mendengarnya. Luar biasa. Kalau sudah rejeki memang tak akan kemana. Allah yang atur, Allah yang beri, dengan perantaraan makhluknya di muka bumi ini. Kita hanya harus bangun pagi, lalu  mandi, dan berjalan bertebaran di siang hari, bekerja mencarinya.

“Boleh jadi kau tak tahu di mana rizqimu”, demikian Imam Al Ghazali berpesan, “Tetapi rizqimu tahu di manakah Engkau. Jika ia ada di langit, Allah akan memerintahkannya turun untuk mencurahimu. Jika ia ada di bumi, Allah akan menyuruhnya muncul untuk menjumpaimu. Dan jika ia berada di lautan, Allah akan menitahkannya timbul untuk menemuimu.”


Tidak juga ada yang akan menyangka kalau pekan ini, saya bisa pegang kamera mahal, belajar menggunakannya, dan bertemu dengan makhluk-makhluk hijau nan cantik ini. Menyejukkan.


Lagi-lagi ke Ullen Sentalu

Jumat, 09 Desember 2016

ANAK ALAM ATAU ANAK CAFÉ?

… yang penting jangan sampai jadi anak alay.

Apa kabar?
It’s my life update.

Saya juga bingung menjawab pertanyaan di baris judul itu karena semua bukti menunjukkan bahwa saya lebih banyak duduk di dalam ruangan ber AC daripada menikmati tanah dan udara bebas. Ya, silahkan nilai sendiri ya J

Tiga tempat pertama adalah kawasan wisata alam. Tiga tempat berbeda dengan tiga motif kunjungan yang berbeda pula. Lokasi pertama adalah Hutan Kota Trenggalek. Tepatnya di Gunung Ja’as. Motifnya adalah survei lokasi penelitian. Yes, for your information, saya masih terikat kontrak dengan kampus. Lokasinya berbukit-bukit. Silahkan mampir ke huko-trenggalek.blogspot.co.id untuk mendapat lebih banyak infromasi tentang tempat ini. Mungkin nanti saya akan tulis khusus pengalaman dengan Hutan Kota ini. 

1

Lokasi kedua adalah Kebun Buah Mangunan. Komplit sekeluarga kesana. Dalam rangka reuni. Haha. Ada yang lagi kangen emak. Jadi kita kumpul di Jogja. Ini foto yang diambil my one and only sibling, Jeff. Itu yang dipojok. Yang cuma kelihatan ujung dengkul dan sepatunya. Aduh, bahasaku gado-gado. Ya, sudahlah. Demikian adanya. Suka. Suka banget sama foto ini.

2

Well, lokasi ketiga adalah.. Oh maaf ya saya hanya menyertakan gambar daunnya saja. Itu adalah sehelai daun yang jatuh dari sebuah pohon yang tumbuh di kompleks Museum Ulen Sentalu. Tidak diperbolehkan mengambil gambar sembarangan. Maka demi kebaikan bersama, hanya daun gugur ini yang menjadi saksi. Niatnya ke sini adalah belajar dari senior yang sedang penelitian. Lumayan juga bisa masuk lagi ke museum ini untuk kedua kalinya. Hehe. Ini museum keren. Banyak harta benda kerajaan di dalamnya. Tapi yang kami teliti bukan itu, bukan benda ciptaan manusia, melainkan harta benda yang langsung ditumbuhkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Pohon.

3

Nah itu dia, yang ijo-ijo.

Kalau yang ini.. apa ya.. yang remang-remang. Weits.. eh tapi iya, pulang dari tempat-tempat ini isi dompet bisa jadi remang-remang. Haha.

Ini adalah restoran di Hotel Harper, namanya Roaster and Bear. Nah, sebenarnya tempat ini asik. Interiornya. Tapi karena saya tidak mengetahui status halalnya saya jadi ragu. Yang mungkin sempat baca poin ini dan tahu, tolong infokan ke saya ya. Terima kasih. Jadi, akhirnya sebelum ke tempat ini, saya dan seorang kawan yang menjemput saya makan dulu di warung Gule Kepala Ikan di Jalan AM Sangaji. Kami pesan yang kuah tomyam (nggak penting ya. Hah.)

Oh ya, beberapa waktu sebelumnya, saya dan kawan saya ini (masih orang yang sama) nge-net gratis (tapi makannya nggak) di Chez Moi Sagan. 

4

Lanjut…
Gambar kelima adalah sisa-sisa peradaban dari spesies pizza dan kopi. Kami, Jogjakarya Crew (ah yang ini nanti di tulisan selanjutnya ya) menghabiskan waktu bersama di Tickles. setelah sebelumnya 2 hari full workshop penulisan ilmiah di kampus. Sekaligus gajian bulan November. Ini. Ini. Jangan ditiru ya. Baru gajian tak seberapa sudah dipakai main. Oops.

5

Terakhir... masih bersama Jogjakarya Crew.
Alhamdulillah, traktiran. Udah gitu aja? Iya. Ini pertama kalinya saya ke warung ini jam 9 pagi. Anyway, terima kasih buat yang suka warna pink atas makanannya. Semoga tercapai semua angan dan cita-citamu. Amin.

6

Kamis, 08 Desember 2016

Hellooow

Wah, sudah lama sekali saya tidak menulis. Rindu sekali. Pagi ini setelah subuh, saya buka blog-blog saya (banyak, tapi lama tak terurus semua J), saya baca satu per satu. Nggak sangka saya bisa menulis begitu. Hehe. Oke, ini catatan singkat saja. Ingin menyapa kalian yang di sana. Saya akan kembali mencatat, menulis, corat-coret. Ini janji. Seminggu sekali saya akan kembali ke sini. Insya Allah. Ok, itu saja. See you on Friday… Eh, besok yah?